Tampilkan postingan dengan label insfirasi santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label insfirasi santri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2017

Insfirasi ti rerencangan nu galak

..
Yeuh kudu Paduli omongan nu matih sacara oray  . Tapi bisa merih kanu di pacokna .. Sabab ku di pacok oray urang moal tenang hirup saencan manggih ubarna ..

Moal putus asa dina neangan ubar .
Moal nyerah neangan syareat .
Sangkan cumpon maksud ...
Moal loba ragu2 dina ker lempang..
Sabab neang ubar kahuripan...

Pek tafakuran ..

Kula ngomong kasar ngahaja supaya maraneh nyaho yen te gampang hirup di dunia .
Supaya maraneh biasa alias bisa narimakeun lamun d cerekan ..
Sabab hirup ges aya di lemur komo ges rumah tangga lain ti kula nu pangkatna babaturan nu ngasaran . Tapi aparat. Tatangga. Mitoha. Eta kabeh pasti lewih ngasaran ti kula..

Nempo kula tong ku sabelah mata .
Kula kasar sabab kula sadar
Bahwa jalma butuh kana pelajaran eta..

Hampura mun urang sok meperih .
Lain asli tapi eta meh maneh merih..
Sabab urang nya'ah ..

Pelajaran eta ahir baring ku maneh pasti katemong ..
...... Karek dikitukeun di kobong ku babaturan ges leweh komo mun ges mukim lewih ti eta daeken........   

.... Sebuah kata buat kmu .. "kamu lupa akan diri kamu" ...

Tafkirr

"by : M.Abdul Aziz
Thun : 08012017

Jumat, 25 November 2016

Catatan akhir pesantren : dalam sahabat ada cinta dalam cinta tak ada sahabat

#Ternyata benar bahwa dalam cinta tidak ada sahabat tapi dalam sahabat pasti ada cinta  .

Aku pernah mencintai seorang wanita dan ditinggalkan.
Ketika ku berpacara yang aku pikirkan hanyalah untuk memuaskan hasrat hasrat nafsu ku

Tidak pernah seorang kekasih bisa menghiburku seperti menghibur kawan kawan ku .

Kekasih tak pernah memperhatikan seperti perhatian nya yang menjadi kawan .

Kekasihku memperhatikanku hanya dengan ucapan atau jelasnya sebuah tulisan di inbox handphone ku .

Tapi perhatian seorang sahabat mereka beda
Mereka tidak pernah perhatian dengan kata kata .
Mereka perhatian dengan fakta kata kata yang selalu di ucapkan pacarku .

Ketika aku sakit pacarku hanya bilang "minum obat dulu sayang" dan kata katanya yang manis itu namun tak nyata...

Tetapi ketika aku sakit sahabat memperhatikanku tanpa kata kata manis dia hanya bilang "nih gua beliin obat buat loe" dengan memberikan obatnya ..

Meskipun tak ada kata kata manis dari seorang sahabat tapi aku akui inilah sebuah kenyataan akan cinta (kesoliderirasan) sebagai kawan ....

Ketika aku merasa senang oleh seorang pacar dengan rayuan rayuan nya dan kata gombalnya dan rayuan rayuan itu tidaklah nyata mungkin itu hanya sebatas kesenangan nafsuku .

Tetapi ketika aku merasa senang oleh seorang sahabat yang mengajak ku berlumpul bersama ngopi bersama canda tawa bersama dan itu semua nyata .

Tanpa kata kata yang manis bahkan kata kata kita (sahabat) yang agak buruk tapi keindahan kebersamaan seperti layaknya keluarga Yang bahagia .

Dari situ aku merasa bahwa sahabat itu penting kita itu perlu sahabat .

Untuk apa orang orang melupakan sahabat hanya karna  cinta (pacar)
Apa orang orang tidak menyadari bahwa cinta yang sesungguhnya ada dalam kata SAHABAT yang ber makna ini ....

Thank you sobat kalian telah mengajarkan apa arti persahabatan ini .
Persahabatan yang takan pernah terlupakan oleh ruang dan waktu karna sahabat adalah keluarga ... ..

Cinta dalam sahabat tidak sama akan cinta dalam pacaran ..
Cinta dalam sahabat beda .
Cinta dalam sahabat sebuah kesolideritasan.
Dan cinta dalam pacaran adalah pemuasan hasrat ...

End...

By : M.aziz
Rilis : 23 - 11 - 2016
Hak cipta : M.aziz
Keritik & saran Hubungi saya di » FACEBOOK

Sabtu, 29 Oktober 2016

catatan akhir pesantren : PAHITNYA HIDUP WAKTU BERJALAN KAKI MENUJU PEZIARAHAN

****pahitnya hidup waktu berjalan
kaki menuju peziarahan***

#03-01-2009

hidup di pesantren ada senang ada duka kadang ada sedih berma'na senang

dan saya ingatkan lagi bahwa kebahagiaan santri sangatlah sederhana .

kebahagiaan kami saat ini adalah ketika kami di ajak ziarah oleh guru kami dengan berjalan kaki .
dari cianjur ke tasik lumayan jauh jarak yang kita tempuh ini memakan waktu satu minggu atau lebih jika sepenuhnya jalan kaki .

tapi kali ini saya dan rombongan tidak jalan kaki sepenuhnya . karna ketika kami sudah lelah berjalan kaki .kami naik kereta api dan lalu jalan kaki lagi ketika kami sampai stasiun nya . begitulah seterusnya sehingga yang kami banyak lakukan adalah berjalan kaki .

dan kebahagiaan saya adalah bisa bersama - sama dalam perjalan ini . kita bisa saling mengerti satu sama lain .

dan pastinya berjalan kaki bukanlah hal yang menyenangkan .

"banyak kesedihan yang mengandung ma'na dalam perjalanan ini "

singkat cerita kami telah sampai di padalarang bandung

disinilah kita rasakan sedih ber ma'na bahagia .
disaat kita pergi dari statsiun padalarang menuju leles garut dengan berjalan kaki.

disinilah dimulai cerita sedih berma'na bahagia bagi kami .

saat itu kami berangkat sekitar jam 09:30 dari padalarang menuju leles garut dengan berjalan kaki .

dengan rasa lesuh dan letih kami bergegas tanpa hilang semangat kami untuk berziarah kami teruskan perjalana ini .
sehingga sampai pada waktunya tengah hari jam 11:55 kita berjalan kaki di bawah panasnya  matahari .

keringat membasahi baju-baju kami . sehingga suatu ketika datang gerah yang amat gerah yang saya rasakan sehingga saya mencuci baju saya di solokan dan saya jemur
dengan memakainya lagi baju basah itu agar gerah ini sedikit hilang dengan memakai baju basah kuyup ini .
waktu berlalu panas nya matahari belum reda sehingga baju basah yang saya kenakan ini menjadi kering kembali oleh panasnya matahari ini .
kami terus berjalan menyusuri jalan kereta di bawah panasnya matahari ini .

"sesekali saya mengitung rel-rel kreta ini dengan kalimat dzikir "allahu .. allahu"  ,"

sehingga datang pada saatnya kita haus .
dan persediaan air kita telah habis yang tersisa hanya sebotol air sirup manis rasa jeruk saja .

saat itu kami berada di tengah pesawahan .
jauh dari pedesaan . dengan rasa haus yang sangat
kami beristirahat melepas lelelah kami sejenak .

ada masa nya ketika saya dan 3 teman saya mencari mata air bersih di sana .
namun saya tidak menemukan nya . yang kami temukan hanya air sawah yang sedikit bening berbau lumpur itu .
dan saya tidak ada pilihan waktu itu selain meminum air sawah ini  karna haus yang tak tertahankan .
akhirnya saya ambil segelas air sawah itu dan saya campurkan dengan sirup manis rasa jeruk ini agar bau2 lumpurnya sedikit hilang dan air keruh nya menjadi sedikit terlihat indah bila di minum.

rombongan sekitar 32 orang itu akhirnya meminum air sawah itu dengan cara seperti saya karna mungkin mereka tak punya pilihan lain untuk meredakan haus nya itu .

sungguh ini sebuah pengelaman pahit kami..

waktu terus berlalu sehingga kira2 jam 01:45 kami sampai di sebuah pedesaan
dan kami beranjak mencari masjid untuk menunaikan shalat .
ketika kami sampai masjid kecil (mushola)  banyak yang menyapa kami dengan suara seperti sapaan yang sedih melihat kami  .
orang2 itu berkata " mau pada kemana ini "
lalu kami menjawabnya dengan serentak .
kami jawab dengan maksud dan tujuan kami.

orang2 di desa itu sangatlah baik menghormati kami sebagai musafir bahkan ada salah satu warga yang menawari kami makan dan menawari kita beristirahat di rumah nya .

namun kami tak lama di desa itu . selepas shalat kami langsung beranjak pergi lagi dan kami berterimakasih atas antusiasi warga di sana .

waktupun mulai sore .
kami terus berjalan menyusuri rel .
sehingga datanglah dimana hal terkaget dan hal yang terseram dalam perjalanan ini .
kami dihadapkan dengan jembatan kereta yang mematikan .
jembatan ini panjang nya kurang lebih seratus meter dan jembatan ini menghubungkan antara gunung dengan gunung sehingga bawah jembatan ini adalah jurang yang sangat dalam .
sehingga kita melihat orang dibawah jurang itu besarnya sebesar jari kelingking kita .
begitu dalamnya itu jurang .

kami mulai berfikir bahwa kami tak sanggup lagi melanjutkan perjalanan ini.
ada jalan satu2 nya adalah kembali lagi ke kota sekitar 5km jarak tempuh .

"tapi tekad kami kuat untuk terus melanjutkan perjalanan kami" .

daripada kita kembali menempuh 5km utuk kembali ke kota lebih baik kita tempuh rintangan ini dengan di bantu berdoa

akhirnya kami lalui bersama rintangan ini .
dari kami ada yang nangis juga ada yang sangat tegang tapi ada juga yang pemberani . tanpa rasa takut melewati jembatan ini bahkan dia lari2
melintasi jembatan ini ada yang jalan sambil menangis ada yang jalan dengan rasa ketakutan ada pula yang ngesot minta di pandu berjalan .
yah karna mungkin bagi yang takut akan ketinggian mereka akan jatuh pingsan .

kami berharap keajaiban . dan alhirnya kami berhasil melewat jembatan itu

lalu dengan serentak kami ucapkan "allhamdulillahirobbil alamiiin" ..

lalu kami menamai jembatan itu dengan nama "jembatan antara hidup dan mati"

yah karna ada dua pilihan ketika kita melintas jembatan itu .
pilihan kita adalah hidup atau mati .

sungguh menegangkan perjalanan ini .
bahkan setelah lima menit kami berhasil melintasi jembatan itu kereta api lewat  .
kami akhirnya bersyukur lagi karna kreta lewat tidak saat kami melintas tadi .

kami lanjutkan perjalanan .
dan akhirnya kita sampai ke masjid agung leles sekitar jam 21:30
waktu itu dalam keadaan hujan merintik
sehingga sampai di sana baju kita sedikit basah .
dan kami berniat untuk istirahat di masjid itu sambil menunggu pakaian kami sedikit kering  .
akhirnya kami ber istirahat sampai subuh .

dan pada akhirnya guru kita melihat wajah2 yang lelah dan lesuh seperti tak mampu untuk berjalan lagi  . suara yang parau seperti tak mampu bicara lagi
muka yang kusam seperti hal nya orang kehabisan tenaga

dan akhirnya guru kami mencari sewaan kendaraan .
dan menemukan kendaraan truk untuk melanjutkan perjalanan kami sampai ke tasik .

dan sampailah kami di pamijahan tasik malaya  dengan menaiki truk itu

*cerita ini mungkin sedikit sedih . namun dalam kesedihan itu tersimpan ma'na yang dalam *

*ma'na nya kita harus setia kawan dalam keadaan apapun..

*ma'na dari perjalanan pedih ini adalah keindahan..

*ma'na dari perjalanan ini keberkahan..

*ma'na dari perjalanan ini pengelaman...

*ma'na dari perjalana ini pelatihan untuk hidup...

*ma'na dari perjalanan ini kesolideritasan...

"sungguh indah jika kita tau ma'na dari kepedihan kita dan hikmahnya dari perjalanan kita
kita tak akan lagi mengeluh akan kepedihan .
yang kita lakukan adalah memperbaiki dan mencari arti fositip dari kepedihan itu" ..

bersambung....

... good luck