Jumat, 28 Oktober 2016

catatan akhir pesantren: pahit manis nya di pesantren mengajarkan arti persahabatan

******catatan akhir pesantren*****

#
sobat saat hari2 itu kita hidup begitu indah . nyaman . dengan ke solideritasan kita di sebuah pesantren salafi . kita jalani hidup bersama selama bertahun2 suka sedih. pahit manis kita telah rasakan bersama di sana . lapar yang sangat lapar kita rasakan bersama disana.
lapar yang sebelumnya belum kita rasakan di rumah kita.

sampai2 kita tak mampu lagi bicara normal karna menahan dari lapar itu. fikiran kita tak konsen . tenaga kita melemah suara kita parau menahan perut yang keroncong .

tapi ni'mat nya makan di pesantren ini tidak lah ternilai . bahkan makanan ter enak di restoran berbintang pun tidak akan pernah menyamai keni'matan saat kita makan di pesantren .

karna guru kita pernah berkata " jika kalian ingin ni'mat makan maka kalian harus makan di saat lapar"

itulah kenapa guru kita ini selalu memarahi kita bahwa jangan pernah kamu makan terlalu kenyang . kamu harus sering merasa lapar . dulu aku tak paham apa arti dari kata itu . tapi kini aku paham bahwa kata2 itu sangatlah bermakna .
kita jangan terlalu kenyang makan karena berakibat kita jadi malas malasan beraktivitas yang kita mau hanya tidur dan tidur jika kita terlalu kekenyangan .
dan ketika guru kita berkata 'kalian harus sering merasa lapar' sekarang aku paham bahwa kata2 itu mengandung ma'na yng sangat panjang di dalam nya .

kita harus sering merasa lapar agar kita tau sedihnya saat lapar sakitnya saat lapar lelah nya saat lapar dan ma'na nya iyalah kita harus memberi makanan kepada yang lapar
karna kita tau sedihnya sakitnya lelahnya kita saat lapar .

karna mungkin seseorang takan pernah bisa merasakan kesakitan tanpa mengalami dahulu sakit itu .

dengan payah kita akan merasa jika ada orang lain payah kita pasti ingin menolong nya karna kita telah merasakan kepayahan dulu . sungguh indah kata mutiara guru guru kita yang ber Ma'na. dalam sekali ma'na nya itu .

pernah aku di suatu hari di pasar melihat kakek2 yang tampak lapar aku lihat muka nya kusut bibirnya bergetaran seperti tak mampu ber ucap lagi. sambil menyenderkan punggungnya ke tembok pasar dia mengelus ngelus perutnya , dan aku mulai paham bahwa kakek itu sedang kelaparan . lalu aku hampiri dengan membawa satu buah roti dan
aku berkata "kek kake lapar ?"
dan kake itu berkata dengan suaranya yang parau suara nya yang lemah ia berkata
"ia nak kakek hanya seorang pengemis yang belum makan dari kemarin pagi nak"
setelah mendengar itu hatiku bergetar subhanallah ternyata derita yang ku derita selama ini di pesantren belum seberapa dengan derita sang kakek ini . aku bersedih sehingga tak terasa air mata sudah menetes di pipi ku . lalu kaku berkata sambil memberi satu buah roti pada kakek itu
" ini kek ambil roti saya makan lah . apa kakek punya rumah atau kerabat?"

lalu iya menerimanya dan berterima kasih . lalu ia menjawab
"jika saya punya keluarga ataupun rumah saya tidak akan terbaring kelaparan disini nak saya sudah tak punya siapa2 lagi nak"
dngan sedih lalu aku berkata
" kakek masih punya tuhan kakek masih punya kerabat seagama kakek . jika berkehendak ikutlah bersama kami kek kami mau mengurus kakek layaknya kakek kami sendiri "
dan sambil tersenyum kakek itu berkata
"terima kasih nak nasehatmu telah menguatkan hati kakek"
kakek itu sangat berterima kasih dan dengan sedikit bujukan akhirnya kakek itu mau tinggal di pesantren kami dan hingga kini kakek itu masih ada di sini .

sekali lagi sungguh indah ma'na dari hidup kita yang payah ini . kita mampu merasakan kesakitan orang lain karna kita telah merasakan nya dulu .

itulah masa masa aku dan pelajaran untuk ku saat aku lapar kelaparan di pesantren .

saat kesolideritasan kita di pesantren kita selalu memahami sedih senang kita .
saat kalian sakit kita beri obat dan di saat kita sakit kalian lah yng belikan obat . begitulah hidup di pesantren sedih senang dilalui bersama .

dan kini aku akan memulai masa2 indah saat aku di pesantren .
masa2 indah kita sangatlah sederhana .
tidak perlu mewah untuk bisa merasa bahagia bagi kita .
kita mempunyai satu batang rokok dan segelas kopi hitam itupun di minum oleh lima orang dan sebatang rokok di hisap oleh lima orang pula. ini sangat indah ku rasakan .
keindahan yang tersimpan bukanlah dari kopi atau rokoknya tapi keindahan itu timbul dari kebersamaan nya .
saat aku kumpul bersama canda tawa bersama seakan luka sedih ku terobati dan hilang sejenak tertutupi oleh tawa tawa besar sehingga aku lupa dengan kepedihan yang sedang di derita .

kesenangan di kobong (pesantren) itu sangatlah sederhana .
kita hanya perlu kebersamaan kemana pun kita pergi kita harus bersamaan dan dalam kebersamaan itu lah tersimpan keindah yang jadi kenangan tak terlupakan.

kita makan bersama dalam selembar daun pisang . bahkan kita masak bersama. gotong royong bersama. bakti bersama. khidmah kepada guru bersama .
jika ada roti satu sedang kita bertiga kita potong qt bagi bersama .

jika orang lain berlibur ke taman taman tamasya kota kota indah dan mal atau tempat yang mewah.

tapi santri itu beda . liburan kita cuma naik gunung sambil cari kayu bakar . atau main main di kebun masak masak sambil lihat pesawahan .
tapi subhanallah indahnya tiada tara dibandingkan dengan liburan keluar kota dan desa atau liburan ke mal mal atau taman tamasya itu tidak ada apa2 nya jika dibandingkan dengan liburan kami ini .

sekali lagi kebersama'an lah yang buat kami bahagia. bukan dari segi liburan nya apa. atau makanan nya apa. yang terpenting bagi kami adalah kebersamaan dan kesolideritasan .

berbicara tentang kesolideritasan. pasti manusia itu tak semuanya solid kan bahkan santri pun ada yang tak solid mementingkan diri sendiri tapi ketika dia butuh dia cari bantuan orang lain .
itulah sipat teman ku dulu yang tak solid . dan sekarang aku mau bercerita tentang teman yang tak solid . sebenarnya cerita ini sedikit lucu tapi tercampur sedih .. he

******si omen yang pelit*******

suatu ketika ada santri ( murid ) yang hidupnya selalu menyendiri tak gaul bersama yang lain nya
dia bergul hanya ketika makan saja sisanya dia habiskan sendiri :-D sebutlah namanya " omen" .

si omen ini kalau jajan gak suka bagi2 si omen ini kalau ada kulhum atau halawa (kebiasaan santri ketika di kiriman) dia selalu stand bye alias udah nangkring duluan .
tapi ketika dia punya halawa atau kulhum dia yang paling pertama juga tapi dia paling pertama nimbun nya . :D
orang lain cuma di kasih sisanya saja . begitulah sipat si omen ini .
dan lama kelamaan saya dan teman2 saya merasa jengkel juga sama satu orang ini
dan akhir nya kita merencanakan sesuat untuk merubah sikapnya dengan sindir2 kata atau sedikit berkata pahit pada nya dengan cara tidak mendekati nya tidak bicara padanya tidak menyapa nya tak lupa tambah satu orang penasehatnya (sedih juga yah s.omen ..hihi tapi tenang nama omen ini cuma samaran kok)
dan setelah itu perasaan kami cara itu akan berhasil tetapi harapan kami salah .
ternyata cara berikut tidaklah mempan terhadapnya .
lalu ada santri yang sedikit bangor (nakal) bangor tapi baik sebut saja namanya "angga" dia punya cara lain nih cara dia sendiri . yaitu dengan menjahili nya .
pertama ketika s.omen menimbun kulhum atau makanan si angga ini dengan dua pengawalnya langsung masuk ke tempat s.omen itu dan langsung merampas hasil timbunan itu .
dan akhirnya ketika s.omen itu kembali dia tidak bilang.
apa mungkin dia malu? mau di laporin ke yang lain nanti dia ketauan pelitnya nimbun2 segala .. hikhik
pikiran omen mulai bimbang . dua bulan berlalu sipat omen belum berubah juga tapi dia mulai boring dengan perilaku s.angga ini yang suka nyolong barang timbunan nya .:D
dan ketika guru ngaji pas pada bab sakhi (berehan/memberi/sodakoh) tampang si omen ini merah dan merundukan kepalanya sampai kelantai . yah mungkin si omen ini kesindir kali .. wkwk

singkat cerita si omen ini mulai tak betah karna ulahnya yang tak solid ini dan akhirnya dia pergi (pindah mesantren ) sedih sekali nasibmu omen.. hihihi

dan itulah kisah s.omen yang pelit tak solid itu .

dan kini aku berfikir bahwa memang benar tanpa kebersamaan
aku ini apa tanpa kebersamaan aku kesepian tanpa kebersamaan aku tak mungkin jadi kita .
tanpa kebersamaan mungkin aku sudah jadi s.omen .

saat aku menjadi kita.
sahabat di pesantren tidak akan pernah ku lupakan .
karna persahabatan ini lah yang mengaJarkanku kebersamaan dan arti dari hidup ini .

yah hidup itu indah bila banyak kawan . hidup itu susah bila banyak lawan .

setiap orang pasti punya satu sahabat yang paling berharga sahabat yang jasanya takan hilang .

semoga kita dapat menjaga persahabatan kita .

bersambung ... ....

#nantikan novel baru dari saya yang berjudul  >>

****pahitnya hidup waktu berjalan kaki menuju peziarahan****

text by » muhammad abdul aziz
from story » life in pesantren . life mumu abdul aziz .

»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
pleace coment for spirit me  .. :D ||

Tidak ada komentar:

Posting Komentar